Bahaya ‘KanKer’ Disaat Keluar Rumah


“Eh ada liburan panjang nih…”
“wah iya, tanggal merahnya panjang…”
“yuk…yuk… di list…”
            Obrolan seperti itu sering di obrolkan seketika melihat kalender dan ada tanggal merah yang berturut-turut. Sepertinya hal seperti itu dilakukan oleh seorang pelancong yang sering menghabiskan liburannya diluar rumah, atau mungkin merasa bosan dirumah kaki terasa gatal ingin keluar rumah da nada yang mungkin dirumah saja karena suatu alasan.
            Pertama-tama jika ingin keluar rumah atau berpergian banyak hal yang harus diperhatikan mulai dari kendaraan, pakaian, barang bawaan, perlengkapan lainnya. Yang terutama tujuan utama mau berpergian itu kemana dan berapa jaraknya jauhnya dari rimah, jadi kita juga bisa ngukur budget yang ada sesuai dengan kantong itu berapa untuk berpergian. Bahayanya, kita ingin berpergian tapi tidak sesuai dengan budget yang dikantong, bisa-bisa kita bisa pergi tapi tidak bisa pulang! kan, kasihan orang yang tidak ikut berpergian, ditinggal dirumah, dan khawatir kok yang sedang pergi tidak pulang-pulang, pas di telepon dapat informasi terkena ‘KanKer’ alias Kantong Kering. Nah, kita tidak mau hal seperti itu terjadi pada diri kita, jika ada yang mau silahkan. Hehehe…
            Untuk mengatasi hal tersebut atau mau berpergian tapi low budget, ada cara untuk mengatasinya supaya tidak kena ‘KanKer’, jangan khawatir pengeluaran membengkak walau aslinya shock! Oke langsung saja saya sharing caranya berpergian yang aman. Berikut penjelasannya :
·         Pertama, carilah tempat untuk berpergian dimana ada saudara atau keluarga yang tinggal didaerah tersebut. Mengapa? Menghemat pengeluaran uang kalian untuk menginap di hotel atau tempat penginapan lainnya. Hehehe…
·         Kedua bawalah persediaan bekal dari rumah, utamakan makanan berat bawa nasi beserta lauknya untuk menghemat uang makan, usahakan membawa bekal dari rumah cukup untuk satu hari. Dan bawa juga cemilan berupa tahu dan tempe, disisi lain murah, tahu dan tempe bisa menjadi cemilan yang mengenyangkan.
·         Ketiga, bawalah kasur (?) Ha? kasur? Jadi ceritanya pengalaman bersama keluarga disaat kami pergi ke Bali, kami menggunakan jalur darat, jadi jok (tempat duduk mobil) bagian tengah dilepas kemudian diisi kasur. Hihihi… untuk menghemat tenaga supir bisa bergantian saat dalam perjalanan.
·         Keempat, ajak keluarga atau saudara yang bisa mengemudikan mobil (bagi yang pergi jauh dengan keluarga) karena menghemat waktu supaya sampai tujuan dengan cepat.
·         Kelima, bawa mobil sendiri supaya ditempat/daerah yang dikunjungi ingin mengunjungi tidak lagi menyewa mobil (rental).


                                                               Trip ke Bali tahun 2010
Oke, itu beberapa cara/tips dari pengalaman saya disaat berpergian bersama saudara/keluarga untuk mengurangi ‘KanKer’ saat berpergian. Cara tersebut sudah pernah dilakukan bahkan sudah menjadi tradisi keluarga kami. Pengalaman keluarga kami banyak menggunakan jalur darat saat berpergian jauh. Seperti Surabaya ke Jakarta, Surabaya ke Bali, Surabaya ke Jogjakarta, dll. Karena menurut saya, berpergian melalui jalur darat menggunakan kendaraan pribadi bisa mengeksplor atau melihat-lihat kota dari kota yang dikunjungi atau dilewati.
           

Komentar

  1. wah seru ya, apalagi kalau nyetirnya gantian, jadi bisa lancar perjalanannya tanpa terlalu banyak berhenti, hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer